Thursday, 14 January 2016
Jenis-jenis uang
a. Berdasarkan bahan yang digunakan untuk membuat uang, uang dibedakan menjadi sebagai berikut :
1. Uang logam, yaitu uang yang dibuat dari logam, contohnya uang Rp 25,00; Rp 50,00; Rp 100,00.
2. Uang kertas, yaitu uang yang dibuat dari kertas, contohnya uang Rp 500,00; Rp 5.000,00
b. Berdasarkan lembaga yang mengeluarkannya, uang dibedakan menjadi ;
1. Uang kartal (kepercayaan) yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang-undang dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal dinegara kita terdiri dari uang logam dan uang kertas.
2. Uang giral (simpanan di bank) yaitu dana yang disimpan pada rekening koran di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melaukan pembayaran dengan perantara cek, bilyet, giro atau perintah membayar.
c. Berdasarkan nilainya, uang dibedakan menjadi sebagai berikut :
1. Uang bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yag bernilai penuh terbuat dari logam.
2. Uang tidak bernilai penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) lebih rendah daripada nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang tidak bernilai penuh terbuat dari kertas.
Pengertian cek, giro dan perintah membayar :
Cek adalah surat perintah dari seseorang yang memiliki rekening giro pada sebuah bank, agar pihak bank membayar sejumlah uang kepada seseorang yang namanya tercantum dalam cek.
Giro adalah surat perintah dari seseorang yang mempunyai rekening giro pada sebuah bank, agar bank melakukan pembayaran dengan cara memindahkan sebagian atau seluruh nilai rekening gironya kepada rekening giro pihak lain.
Perintah membayar adalah perintah dari orang yang memiliki rekening, kepada bank secara langsung untuk membayar kepada seseorang dengan uang tunai.
Wednesday, 13 January 2016
PRINSIP BERMAIN (PRINSIPLES OF PLAY)
1. Pelatih
Permainan penguasaan bola (possession) dan permainan lapangan lebih kecil (small sided
games) dengan lebih sedikit pemain sangat baik untuk menumbuhkan pengertian taktis
sekaligus mengasah kemampuan teknis pemain.
Berlatih dengan lawan dan kompetisi dengan sistim reward and punishment (pemberian
penghargaan dan hukuman) dalam sesi latihan harus dilakukan untuk menumbuhkan jiwa
kompetisi dalam diri pemain.
Permainan yang memiliki intensitas tinggi didasari oleh kecepatan dan ketangkasan. Singkat
tetapi intensif dalam setiap bagian latihan. Beri waktu untuk istirahat lalu pacu kinerja
mereka saat latihan sehingga memaksimalkan hasil latihan.
2. Pemain
Maksimal satu, dua atau tiga sentuhan : Meminimalkan jumlah sentuhan menambah
kecepatan permainan. Bermainlah dengan sederhana : jangan paksakan situasi, terlalu
banyak menggiring bola, sembarangan dengan bola, atau memilih opsi yang sulit.
Tetap menjaga bola di tanah : Bola yang dimainkan mendatar di atas tanah akan lebih
mudah dikontrol dan dapat didistribusikan dengan lebih efektif dan cepat oleh tim.
Akurasi dan kualitas passing : Passing harus keras dan akurat, dengan bobot yang tepat.
Sentuhan pertama : Pastikan sentuhan pertama dilakukan secara terkontrol tanpa
menghentikan bola. Sentuhlah bola menjauh dari tekanan dan arahkan ke daerah yang
bebas.
Pemahaman dan kewaspadaan : Semua pemain, dengan atau tanpa bola harus terus
menerus mengamati lapangan, kawan dan lawan.
Situasi 1 v 1 : Bentuk determinasi pemain untuk secepatnya menguasai bola kembali saat
bertahan dan bermain sederhana saat menyerang dangan cara menyentuh bola ke samping
dengan cepat guna melewati lawan.
Transisi individu : Pemain harus bereaksi dengan cepat ketika penguasaan bola berganti dari
penyerangan ke pertahanan dan sebaliknya.
Shooting : Selalu perhatikan gawang lawan. Semua pemain didorong untuk melesatkan
tembakan.
Mengambil resiko : Sepak bola adalah olah raga yang memungkinkan terjadinya banyak
kesalahan. Kesalahan-kesalahan adalah bagian dari permainan dan proses belajar. Pemain
didorong untuk mengambil resiko dalam sesi latihan guna mengembangkan kecepatan
bermain.
3. Tim
Semua pemain bertahan dan semua pemain menyerang : Semua pemain harus terlibat
dalam permainan sebagai satu unit.
Ciptakan situasi menang jumlah : Sepak bola adalah permainan yang mengandalkan jumlah
pemain. Saat menyerang diupayakan untuk menang jumlah sedangkan bertahan untuk
minimal tidak kalah jumlah.
Aliran bola : Bola harus mengalir dari dalam ke luar, dari luar ke dalam sisi permainan. Bola
lebih mudah dikuasai di sisi luar lapangan karena sisi dalam lapangan tekanan lawan lebih
besar (tentu saja hal ini bisa berubah tergantung situasi).
Prinsip segitiga dan pilihan arah passing : Pemain yang menguasai bola harus terus menerus
menerima dukungan dan setidaknya memiliki 2 pilihan untuk melakukan passing. Saat usia
dini/grassroot (U5-U12) ajarkan pemain membentuk ketupat saat menyerang guna
menciptakan 3 opsi mengumpan; ke kiri, ke kanan dan kedepan/belakang.
Kecepatan permainan : Pergerakan cepat bola (saat menyerang), sedangkan saat bertahan
(tanpa bola) menciptakan situasi 2 v 1 (menang jumlah).
Pergerakan tanpa bola : Cari ruang terbaik yang tersedia untuk memberikan pilihan arah
untuk mengumpan bagi pemain yang sedang menguasai bola.
Melakukan tekanan sebagai satu unit : Melakukan gerakan menekan yang terorganisasi
dengan rapi (menekan secara bersama-sama) sehingga memaksa lawan melakukan
kesalahan.
Perpindahan (Transisi) : Upayakan perpindahan dengan mengurangi jumlah operan yang
dibutuhkan untuk mendekati area target atau gawang lawan.
Arah permainan : Permainan mengalir dalam 2 arah (bertahan dan menyerang). Selalu
tekankan prinsip sederhana namun penting ini dalam semua latihan yang dilakukan.
Miliki inisiatif selama permainan : Situasi sulit bisa terjadi kapan saja. Tim harus mampu
beradaptasi saat terjadi situasi yang berbeda/tidak terencana. Beberapa pemain harus
dipersiapkan sebagai pemimpin rekan-rekannya dilapangan.
GAYA PERMAINAN : SPESIFIKASI dalam prinsip bermain sepakbola
1. Fisik
Speed and Agility (Kecepatan dan ketangkasan)
Kualitas-kualitas ini akan terkandung dalam pertandingan (game) dan permainan yang
menggunakan bola sejak kelompok usia dini/grassroot (U5 - U12).
Endurance (Daya Tahan)
Pemain secara individu dan seluruh tim dilatih untuk mampu melakukan pergerakan dengan
intensitas tinggi. Usia dini/grassroot (U5 - U12) mendapatkan daya tahan hanya melalui
game/permainan dan latihan teknik. Latihan khusus endurance diharamkan.
Ketahanan dan Kekuatan
Pemain yang kuat mengembangkan kecepatan mereka dengan lebih cepat, mampu
menangkal cedera dan lebih kompetitif dalam pertandingan. Usia dini/grassroot (U5 - U12)
tidak perlu berlatih ketahanan dan kekuatan karena belum adanya hormon testosterone.
2. Teknik
Passing dan receiving (mengumpan dan menerima bola)
Passing bola bawah yang dilakukan dengan keras/tegas selagi berhadap-hadapan pada jarak
yang bervariasi serta menerima bola yang bergerak dilakukan di semua kelompok umur.
Shooting (melesatkan tembakan)
Pemain harus menumbuhkan kemampuan untuk shooting dari jarak yang bervariasi. Semua
pemain harus didorong untuk banyak melakukan shooting dari jarak-jarak yang berbeda
selama permainan.
Ball Control and turning (kontrol bola dan berbalik dengan bola)
Pemain harus didorong untuk tetap mengontrol bola dan menggunakan teknik gerakan
memutar yang berbeda guna bergerak menjauh dari pemain bertahan.
3. Taktik
Bermain dari belakang
Semua tim harus merasa nyaman bermain bola semenjak dari belakang melewati lapangan
tengah dan dari sana menuju bagian akhir lapangan. Umpan-umpan pendek dari kaki ke
kaki yang sudah menjadi ciri khas sepak bola Indonesia hendaknya dipertahankan dan
diperbaiki kualitasnya.
Possession and Transition (penguasaan bola dan transisi)
Semua tim harus terus menjaga penguasaan bola dengan hanya menggunakan satu/dua
sentuhan saja. Pemain harus didorong untuk mendukung dan bergerak sambil berkreasi
dalam menentukan arah passing. Setelah permainan penguasaan bola berjalan dengan baik
tim harus belajar bagaimana mengumpan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya dengan
mulus dan efektif.
Transisi Penyerangan/Pertahanan dan Serangan Balik yang cepat
Ketika penguasaan bola hilang, pemain harus bereaksi cepat dan melakukan tekanan untuk
mendapatkan bola kembali. Ketika bola kembali dikuasai, pemain harus segera mungkin
melakukan serangan balik.
4. Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental
Respect and Discipline (respek dan disiplin)
Pemain harus beradaptasi pada aturan di dalam tim dan menghargai rekan satu tim, pelatih,
wasit dan lawan.
Cooperation (Kerjasama)
Setiap pemain menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari tim dalam satu unit, dan harus
bekerjasama dengan rekan satu tim untuk meraih sasaran bersama dalam tiap sesi dan
permainan, sebagaimana untuk seluruh musim kompetisi.
Competitiveness (Menumbuhkan Jiwa Kompetisi)
Pemain yang memiliki jiwa kompetisi (spirit pantang menyerah) harus dihargai karena usaha
dan fokus mereka.
GAYA PERMAINAN - GARIS BESAR dalam PRINSIP BERMAIN SEPAKBOLA
1. Pertandingan
Gaya penyerangan
Semua tim disarankan untuk menunjukkan gaya bermain yang menyerang yang ditunjukkan
saat menguasai bola dan dengan melakukan pergerakan tanpa bola dengan cepat.
Transisi cepat dan penyelesaian akhir
Mendorong semua kelompok umur untuk mengusahakan kecepatan bermain, menghindari
menggiring bola berlebihan (over dribbling), mengusahakan pergerakan yang terorganisasi
dan pergerakan cepat tanpa bola serta cepat mencari penyelesaian akhir.
Posisi spesifik
Sebuah tim harus memiliki pertahanan yang terorganisasi, menjaga posisi spesifik masingmasing
dalam formasi. Dilain pihak, pemain akan mencari ruang dan melakukan pergerakan
untuk mendukung penyerangan walau harus bergerak jauh dari posisi mereka semula.
2. Formasi
Formasi 4-3-3 dan 4-2-2
Tim di kelompok umur 12 tahun ke atas akan menggunakan formasi 4-3-3, (dengan variasi
4-2-3-1 atau 4-1-2-3 ).
Tim di usia lanjutan (U15 ke atas) dapat juga menggunakan formasi
4-4-2. Untuk usia dini/grassroot (U5 - U12) disarankan bermain 4 v 4 dan 7 v 7 sebagai
tahapan menuju pemahaman 4-3-3 yang benar.
4 Bek
Semua formasi yang digunakan oleh tim pada pertandingan 11 v 11 harus terus membuat
4 baris bek. 4 bek menyediakan konsistensi dalam pertahanan dan memberikan ruang bagi
bek luar untuk bergerak maju saat menyerang.
Sejarah Uang
Uang
Yang dimaksud dengan uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.
Sejarah uang
Perkembangan peradaban manusia juga menggeser tujuan kegiatan produksi masyarakat. Semula, masyarakat memproduksi barang hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, lalu berkembang menjadi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Selanjutnya, terjadilah perdagangan dengan cara tukar-menukar antara barang dengan barang lain yang dinamakan barter (pertukaran innatura).
Pertukaran barang dengan barang dapat terjadi jika syarat-syarat itu sebagai berikut:
a. Orang orang yang akan melakukan pertukaran harus memiliki barang yang akan ditukarkan.
b. Orang-orang yang akan melakukan pertukaran harus saling membutuhkan barang yang akan dipertukarkan tersebut pada waktu yang sama.
c. Barang-barang yang akan dipertukarkan harus mempunyai nilai yang sama.
Seiring dengan perkembangan peradaban manusia maka pertukaran dengan cara barter menjadi sulit dilakukan. Bahkan, karena kebutuhan setiap orang semakin banyak dan beragam, maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tidak mungkin lagi ditempuh dengan cara barter.
Karena menghadapi kesulitan dalam melakukan pertukaran barter, manusia terdorong untuk mencari cara pertukaran yang lebih mudah. Manusia mulai menggunakan uang barang dalam melakukan pertukaran. Contoh uang baranag yaitu garam, senjata, dan kulit hewan.
Pada umumnya benda-benda yang digunakan sebagai uang barang oleh masyarakat setempat memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a. Digemari oleh masyarakat setempat
b. Jumlahnya terbatas
c. Mempunyai nilai tinggi
Namun dalam kenyataannya uang barang tersebut masih mengandung kelemahan juga. Kelemahannya sebagai berikut :
a. Sulit dipindahkan
b. Tdak tahan lama
c. Sulit disimpan
d. Nilainya tidak tetap
e. Sulit dbagi tanpa mengurangi nilainya
f. Bersifat lokal
Kesulitan pertukaran dengan menggunakan uang barang tersebut mendorong manusia untuk menetapkan benda yang dapat digunakan sebagai perantara tukar-menukar. Benda yang dianggap cocok sebagai alat tukar-menukar adalah logam. Pada masa lalu, logam yang digunakan sebagai unag adalah emas dan perak. Alasannya sebagai beikut :
a. Emas dan perak merupakan barang yang dapat diterima oleh semua anggota masyarakat karena memiliki nilai yang tinggi dan jumlahnya langka.
b. Jika dipecah nilainya tetap
c. Tahan lama
Akan tetapi, penggunaan emas dan perak juga masih mengadnung kelemahan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pertukaran masyarakat.
Kelemahannya sebagai berikut :
a. Jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak mudah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan pertukaran.
b. Kandungan emas tiap daerah tidak sama sehingga menyebabkan persediaan emas tidak sama.
Perkembangan ekonomi yang semakin pesat mendorong kegiatan transaksi menjadi semakin sering dan bahkan semakin kompleks. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi manusia untuk membawa uang logam dalam jumlah besar. Untuk mengatasinya, pemilik emas dan perak yang berupa surat bukti penyimpanan. Surat bukti penyimpanan tersebut dikeluarkan oleh lembaga yang menerima titipan emas dan perak. Lama kelamaan yang beredar dalam masyarakat adalah kertas sebagai tanda bukti penyimpanan emas dan perak tersebut.
Di indonesia, sekarang beredar uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan Bank Indonesia. Kedua jenis uang tersebut memnuhi syarat-syarat sebagai berikut.
a. Dapat diterima oleh masyarakat umum
b. Mudah disimpan dan nilainya tetap
c. Mudah dibawa kemana-mana
d. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai
e. Jumlahnya terbatas sehingga tetap berharga
f. Ada jaminan
Sunday, 3 January 2016
Wednesday, 17 June 2015
contoh E-Journal Pendidikan Ekonomi
Hubungan Antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Pada Siswa SMK Negeri 8 Purworejo
oleh :
agung budi raharjo.
pendidikan ekonomi, fkip. universitas muhammadiyah purworejo.2013
agbura28@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Ada tidaknya hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa program keahlian teknik kendaraan ringan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Penentuan jumlah sampel menggunakan tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% dari populasi 103 siswa diambil sampel 78 siswa. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode angket atau kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai bidang studi kewirausahaan berada pada kategori cukup 52,56% dan minat berwirausaha siswa berada pada kategori cukup sebesar 51,28%. Berdasarkan analisis kuantitatif menunjukkan bahwa nilai bidang studi kewirausahaan berhubungan positif dan signifikan dengan minat berwirausaha siswa SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,357 dengan sig < 0,05 (0,001).
Kata kunci : Nilai bidang studi kewirausahaan, minat berwirausaha
A. PENDAHULUAN
Kewirausahaan berasal dari kata Wirausaha. Wirausaha berasal dari kata wira artinya berani, utama, mulia. Usaha berarti kegiatan bisnis komersil maupun non komersil. Jadi kewirausahaan diartikan secara harfiah sebagai hal-hal yang menyangkut keberanian seseorang untuk melakukan kegiatan bisnis maupun non bisnis secara mandiri.
Lulusan yang siap kerja dan siap berwirausaha merupakan tantangan pendidikan di sekolah kejuruan, hal ini tidak lepas dari rendahnya tingkat pasar tenaga kerja jika dibandingkan dengan angkatan kerja. Oleh sebab itu kewirausahaan diyakini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ketidak seimbangan supply and demand dalam bidang ketenaga kerjaan di Indonesia. Namun demikian sudah barang tentu dengan model pembelajaran yang sama akan menghasilkan lulusan SMK yang lulus dan memiliki minat untuk berwirausaha.
Minat secara sederhana (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan
yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat bukanlah
istilah yang populer dalam psikologi disebabkan ketergantungannya
terhadap berbagai faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian,
keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan. (Baharudin, 2007:24)
“Menurut Meredit (1996:9) dalam Suryana (2009:17) berwirausaha berarti mendudukan watak pribadi, keuangan dan sumber daya”. Namun demikian, minat untuk berwirausaha masing-masing peserta didik berbeda-beda. Banyak hal yang mempengaruhi tumbuhnya minat berwirausaha, diantaranya adalah prestasi belajar selama mengikuti program pendidikan di sekolah. SMK Negeri 8 Purworejo merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang memberikan materi atau mata pelajaran kewirausahaan dengan kurikulum yang mutakhir, dapat mengembangkan kemampuan yang bertujuan untuk mempersiapkan kemampuan dan pengembangan sikap profesional siswa dalam menghadapi lapangan usaha. Yang mana di SMK Negeri 8 Purworejo diantaranya memiliki program keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang juga mendapatkan pelajaran kewirausahaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti merasa tertarik untuk memilih judul skripsi tentang “Hubungan antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha pada Siswa SMK Negeri 8 Purworejo”.
Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui adakah hubungan yang positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa program keahlian Teknik Kendaraan Ringan kelas XI SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013.
B. Metode Penelitian
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah eks post facto, yaitu “suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut” (Sugiyono, 2012: 7). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.
Penelitian dilakukan di SMKN 8 Purworejo, sedangkan waktu penelitian dilakukan selama bulan Mei Tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMKN 8 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 103 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data ialah metode dokumentasi dan metode angket atau kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebagai alat ukur perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dari kuesioner yang dipakai. Data yang diperoleh melalui prosedur pengumpulan data. Teknis analisis data deskriptif menggunakan skor jawaban responden variable partisipasi anggota dikategorikan menjadi empat sebagai berikut :
>Mi + 1,5 SDi Kategori sangat tinggi
>M s/d (Mi + 1,5 SDi) Kategori tinggi
(Mi – 1,5 SDi) – Mi Kategori cukup
< Mi – 1,5 SDi Kategori kurang
Dimana :
Mi = 1⁄2 (Skor ideal tertinggi + Skor terendah)
SDi = 1⁄6 (Skor tertinggi – Skor terendah)
(http://disdikklungkung.net/content/view/73/46/)
Dalam penelitian kuantitatif, banyak dituntut untuk menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasil. Penulis mengunakan analisa korelasi product moment, dengan angka kasar untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel yang lain.
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berdasarkan analisis deskriptif variabel nilai bidang studi kewirausahaan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat diketahui bahwa nilai bidang studi kewirausahaan termasuk dalam kategori cukup dengan persentase 52,56%. Untuk kategori kurang 1,28%, dalam kategori tinggi 24,36% dan kategori sangat tinggi 21,80%.
Variabel minat berwirausaha siswa SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 berdasarkan analisis deskriptif pada umumnya berada pada kategori cukup dengan persentase 51,28% sedangkan untuk kategori sangat tinggi sebesar 6,4%, kategori tinggi sebesar 32,06%, dan kategori kurang sebesar 10,26%. Analisis kuantitatif memberikan hasil bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa pada SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,357 dengan sig< 0,05 (0,001).
Berdasarkan analisis kuantitatif diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,357 dengan signifikansi 0,001. Hal itu dapat diartikan bahwa semakin tinggi nilai bidang studi kewirausahaan maka minat siswa untuk berwirausaha juga akan semakin tinggi. Demikian juga sebaliknya, rendahnya nilai bidang studi kewirausahaan akan mengakibatkan minat berwirausaha siswa juga rendah. Karena nilai signifikansi tersebut ≤0,05 maka hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa pada SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 diterima.
D. Simpulan dan Saran
Kesimpulan ada hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa pada SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 diterima.
Saran bagi pihak sekolah sebagai masukan, hendaknya memotivasi siswa untuk belajar lebih giat dan memberikan informasi mengenai keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari berwirausaha. Bagi orang tua siswa hendaknya menumbuhkan dan menanamkan jiwa kewirausahaan dalam lingkungan keluarga. Bagi siswa sendiri hendaknya selalu meningkatkan pengetahuan tentang berwirausaha dan menanamkan kesadaran dalam dirinya bahwa berwirausaha berarti menciptakan lapangan kerja sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Baharudin, Wahyuni Esa Nur. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta : AR – RUZZ Media.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Suryana. 2009. Kewirausahaan. Jakarta ; Salemba Empat.
http://disdikklungkung.net/content/view/73/46/
PERSETUJUAN PEMBIMBING ARTIKEL
Judul Artikel : Hubungan antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha pada Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Nama Penyusun : Agung Budi Raharjo
NIM : 092130005
Program Studi : Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Telah memenuhi syarat untuk di unggah ke e-journal .
Purworejo, Juli 2013 Pembimbing
Dr. H. Dartu, M. M NIP. 19501121 198003 1 001
PERSETUJUAN REVIUWER ARTIKEL
Judul Artikel : Hubungan antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha pada Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Nama Penyusun : Agung Budi Raharjo
NIM : 092130005
Program Studi : Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Telah memenuhi syarat untuk di unggah ke e-journal .
Purworejo, Juli 2013 Pembimbing
Prof. Dr. H. Sugeng Eko PW, M. Pd
NIP. 19610313 198703 1002
Subscribe to:
Posts (Atom)