Thursday, 11 July 2019

Pengertian kewirausahaan I Materi 1 : PRODUK KREATIF KEWIRAUSAHAAN SMK KELAS XI


A.      WIRAUSAHA DAN KEWIRAUSAHAAN

Pada zaman keterpurukan ekonomi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia, kita harus bisa menyerukan pentingnya pembangunan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) sehingga kebanyakan masyarakat tidak ragu lagi untuk mengambil langkah untuk menjadi calon wirausaha. Sesungguhnya kita semua adalah calon-calon wirausaha yang baik, tinggal bagaimana kita mengolah jiwa entrepreneurship yang berhasil. Jika hal ini terealisasi akan memberikan nafas lega untuk pemerintah karena bisa mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan.

Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Oleh karena itu, peranan wirausaha sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa dan negara.

1.       Pengertian kewirausahaan


Entrepreneurship awal mulanya berasal dari bahasa perancis, yaitu Entreprende yang berarti petualang, pencipta, dan pengelola usaha, sedangkan kewirausahaan dengan istilah entrepreneurship. Kata entrepreneur secara tertulis pertama kali digunakan oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya “Kamus Dagang”.

Wirausaha (entrepreneurship) adalah kemampuan seseorang untuk hidup sendiri atau berdikari di dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya yang bebas atau merdeka secara lahir dan batin.

Entrepreneur adalah sosok orang yang tidak mudah diam, biasanya suka melakukan inovasi terus menerus dan perbaikan dari hal yang sudah ada.

Sedangkan yang dimaksud dengan kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah bentuk usaha untuk menciptakan nilai lewat pengakuan terhadap peluang bisnis, manajemen


pengambilan risiko yang sesuai dengan peluang yang ada, dan lewat keterampilan komunikasi dan sumber daya yang diperlukan untuk membawa sebuah proyek sampai berhasil. (Peter Kilby Entrepreneurship and Economic Development, New York : The Free Press, 1971)

Dalam bentuk yang lain, kewirausahaan didefinisikan sebagai adventurisme (berpetualang), risk taking (mengambil risiko) dan thrill-seeking (pencari kegentaran).

Dalam bentuk sederhana, kewirausahaan berkonotasi mengimplementasikan, yang berarti mengerjakan (sesuatu), yaitu sesuatu yang harus dikerjakan seorang wirausaha. Perhatian dan ketertarikan terhadap masalah kewirausahaan ini sangat tepat karena kita memerlukan apa yang dapat dikerjakan dan diberikan oleh wirausaha (entrepreneurs) seperti :

1.       Produk-produk baru dan jasa-jasa baru
2.       Pekerjaan baru
3.       Lingkungan kerja yang kreatif
4.       Cara-cara baru melakukan kegiatan bisnis
5.       Bentuk baru penciptaan bisnis (new business innovation)

a.       Pengertian harfiah/bahasa


Kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha diberi awalan ke dan akhiran an. Wirausaha dari kata wira artinya perwira/berani dan usaha artinya daya upaya.

b.      Pengertian kewirausahaan menurut pendapat :

·         ZIMMERER
Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.
·         SAVARY
Kewirausahaan adalah orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui guna ekonomisnya akan dijual.
·         ROBIN
Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang/kesempatan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan melalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan.

·         A. PEKERTI
Kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mendirikan, mengelola, mengembangkan perusahaan miliknya sendiri.


·         INPRES      NO.4      TAHUN      1995       tentang      GNMMK      (Gerakan     Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan)

Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari menciptakan, menerapkan cara kerja dan teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberi pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.

2.       Pengertian wirausaha


a.       AHLI EKONOMI/EKONOM

Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang mengorganisasi faktor-faktor produksi yaitu alam, tenaga kerja, modal dan keahlian.

b.      PSIKOLOGI/AHLI KEJIWAAN

Wirausaha adalah seseorang yang memiliki dorongan kekuatan untuk memperoleh suatu tujuan, suka mengadakan eksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya, di luar kekuasaan orang lain.

c.       BUSINESSMAN

Wirausaha adalah ancaman pesaing baru dapat seorang partner, pemasok, konsumen, atau seseorang yang diajak kerjasama.

d.      GEDE PARMA

Wirausaha adalah orang yang berani memaksakan diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain.

e.      J.A. SCHUMPETER

Wirausaha adalah seorang inovator sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melibatkan materi sedemikian rupa dan kemudian terbukti benar mempunyai semangat/kemampuan dan pemikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas.

3.       Tujuan kewirausahaan

a.       Menumbuhkembangkan jumlah wirausaha yang berkualitas
b.      Meningkatkan kesadaran dan pemahaman kewirausahaan yang tangguh
c.       Meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan di masyarakat.


4.                          Sasaran kewirausahaan
  • a.       Instansi pemerintah
  • b.      Pelaku ekonomi
  • c.       Generasi muda


5.       Asas kewirausahaan

a.       Kemampuan bekerja secara tekun,teliti dan produktif
b.      Kemampuan berkarya dengan mandiri
c.       Menciptakan etika bisnis yang sehat 
d.      Memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis, termasuk keberanian mengambil risiko

6.       Manfaat kewirausahaan

a.       Mengurangi pengangguran
b.      Sebagai generator pembangunan
c.       Sebagai suri tauladan di masyarakat
d.      Mendidik masyarkat hidup yang hemat dan efisien.
e.      Proses kewirausahaan

Faktor personal yang mendorong pemicu untuk terjun ke dunia wirausaha yaitu:

a)              Komitmen atau minat yang tinggi dalam berwirausaha
b)             Keberanian menanggung risiko
c)               Ketidakpuasan dengan pekerjaan sendiri
d)             Phk dan tidak ada pekerjaan lain
e)             Faktor usia

Faktor personalia yang mendorong adalah:

a)              Komitmen tinggi dalam berwirausaha
b)             Adanya visi dan misi guna mencapai keberhasilan dalam berwirausaha
c)               Adanya menejer pelaksana sebagai tangan kanan dan pembantu utama didalam berwirausaha

Faktor organisasi yang mendorong adalah:

a)              Tim yang kompak dalam menjalankan usaha sehingga semua perencanaan dan pelaksanaan operasional berjalan produktif
b)             Struktur organisasi dan berbudaya mantap didalam berwirausaha
c)               Strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak didalam berwirausaha
d)             Adanya produk yang dibanggakan

B.      SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN

1.       Sikap wirausahawan
a.       Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan innovatif
b.      Mampu bekerja tekun,teliti dan produktif
c.       Mampu berkarya berdasarkan etika bisnis yang sehat
d.      Mampu berkarya dengan semangat kemandirian
e.      Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang sistematis dan berani mengambil risiko.


2.       Perilaku wirausahawan

a.       Memiliki rasa percaya diri
b.      Berorientasi pada tugas dan hasil
c.       Pengambil risiko
d.      Kepemimpinan
e.      Keorisinilan
f.        Berorientasi pada masa depan

3.       Ketrampilan yang harus dipunyai wirausahawan

a.       Ketrampilan dasar meliputi:
·         Memiliki mental dan spiritual yang tinggi
·         Memiliki kepribadian unggul
·         Pandai berinisiatif
·         Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha

b.      Ketrampilan khusus meliputi :
·         Ketrampilan konsep (conceptual skill) yaitu ketrampilan untuk melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasar konsep yang dibuatnya.
·         Ketrampilan tehnik (technical skill) yaitu ketrampilan melakukan tehnik tertentu dalam mengelola usahanya.
·         Human skill yaitu ketrampilan bekerjasama dengan orang lain, bawahannya dan sesama wirausahawan

C.      KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN


Karakteristik wirausahawan adalah sifat atau tingkah laku yang khas dari wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain.

Karakteristik yang perlu dimiliki wirausahawan yaitu:

1.       Kerja keras dan disiplin
2.       Mandiri dan realistis
3.       Komitmen tinggi
4.       Kreatif dan Inovatif
5.       Jujur
6.       Memiliki jiwa kepemimpinan
7.       Berpikir kedepan/prespektif

Karakteristik wirausahawan menurut pendapat:


1.               By Grave
a.       Dream yaitu mempunyai visi keinginan di masa depan dan mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
b.      Decisivenees yaitu orang yang bekerja cepat dan selalu memperhitungkan apa yang akan dilakukan.


c.       Doers yaitu seorang wirausahawan dalam membuat keputusan akan langsung ditindaklanjuti.
d.      Determination yaitu melakukan kegiatan dengan penuh perhatian.
e.      Dedication yaitu mencurahkan perhatian pada bisnisnya.
f.        Devotion yaitu mencintai pekerjaan bisnis dan hasil produksi.
g.       Detail yaitu memperhatikan faktor yang terkecil secara rinci
h.      Destiny yaitu bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapai.
i.         Dollars yaitu tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan uang karena uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan.
j.        Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang –
orang kepercayaannya.

2.                                                                              Fadel Muhammad

a.       Kepemimpinan
b.      Inovasi
c.       Cara pengambilan keputusan
d.      Sikap tanggung jawab terhadap perubahan
e.      Bekerja ekonomis dan efisien
f.        Visi masa depan
g.       Sikap terhadap risiko

3.               Drs Wasty Soemanto,M.pd

a.       Memiliki moral yang tinggi
b.      Sikap mental wiraswasta
c.       Kepekaan terhadap arti lingkungan
d.      Ketrampilan wiraswasta

4.               Mc. Celland

a.       Keinginan untuk berprestasi
b.      Keinginan untuk bertanggung jawab
c.       Preferensi kepada risiko – risiko menengah
d.      Persepsi kepada kemungkinan hasil
e.      Rangsangan oleh umpan balik
f.        Aktifitas energik
g.       Orientasi ke masa depan
h.      Ketrampilan dalam pengorganisasian
i.         Sikap tentang uang

D.      KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN WIRAUSAHA

1.       Keberhasilan wirausaha

Dari sisi pengusaha meliputi :

a.       Jujur : Jujur terhadap diri sendiri,orang lain dan tujuan yang akan dicapai
b.      Disiplin dan berani :


·         Karena bakat , pengalaman dan pengetahuan
·         Karena keyakinan dan fasilitas
c.       Menguasi bidang usaha yang digeluti
d.      Dapat melaksanakan prinsip management dengan baik Dari sisi produk
a.               Memiliki keunggulan yang berarti bagi konsumen, apakah dari segi harga,kualitas produk, prestise, manfaat dsb.
b.              Didukung oleh promosi yang efektif kepada publik

2.       Kegagalan wirausaha :

a.       Tidak ada perencanaan yang matang
b.      Bakat yang tidak cocok
c.       Kurang pengalaman
d.      Tidak punya semangat berwirausaha
e.      Kurang modal
f.        Lemahnya pemasaran
g.       Tidak punya etos kerja yang tinggi
h.      Lokasi yang kurang strategis

E.       PERILAKU WIRAUSAHAWAN


Menurut Imam Santoso Sukardi ada 9 perilaku wirausaha yaitu :

1.       perilaku instrumental
2.       perilaku prestatif
3.       perilaku keluwesan bergaul
4.       perilaku kerja keras
5.       perilaku keyakinan diri
6.       perilaku pengambilan risiko
7.       perilaku swa kendali
8.       perilaku inovatif
9.       perilaku kemandirian

Karakter wirausaha yang harus dipakai dalam mempertahankan bisnisnya meliputi :

1.       Jangan mudah berpuas diri
2.       Hidup hemat,cermat dan bersahaja
3.       Harus meningkatkan kerja keras ,tekun dan teliti
4.       Selalu mengutamakan kepentingan pelanggan
5.       Membuat pelanggan setia
6.       Tawakal pada Tuhan
7.       Selalu dinamis

Contoh wirausaha yang sukses karena keuletan, komitmen tinggi dan ketekunan yaitu :

1.       Thomas A. Edison penemu bola lampu, matematika, fisika


2.       Bill Gates pendiri Microsoft office
3.       Charles F. Wilson presiden Perusahaan General Motor Corporation ( GMC )
4.       Andrew Carnegie pendiri industri baja
5.       Stave Jobs penemu Apple Computer
6.       MC. Donald wirausahawan hambuger dll.

Sunday, 7 July 2019

Join yuk di VCT Batch 5 JATENG-DIY

Pengalaman yang saya dapatkan pada Virtual Coordinator Training Batch 3, yang mana menambah motivasi saya untuk menebar virus VCT pada batch ke 4 sebagai instruktur karena banyak nya ilmu dan pengalaman bersama yang saya dapat. Diklat dalam jaringan yang diselenggarakan oleh SEAMEO SEAMOLEC benar-benar menggugah selera untuk memenuhi hausnya akan ilmu. karena bagi saya tebaran ilmu yang bermanfaat pasti akan berguna untuk siapapun dan kapanpun. Berpacu dengan waktu, mensiasati kesibukan, dan tidak pernah menemui kebosanan, untuk menggapai sesuatu. Kebaikan ini haruslah disebarluaskan. dalam VCT batch 4 ini saya mendampingi teman-teman peserta VCT Batch 4 untuk zona DIY Jateng yang tergabung dalam grup 78.09. yang mana peserta batch 4 dari grup 78.09 saya mendampingi rekan - rekan dari wilayah purworejo, kebumen dan klaten.

Offline Meeting
Gebrakan yang cukup baik dari seameo, yakni dengan diadakannya pertemuan offline pada saat pembukaan ataupun pada saat pendampingan VCT ini, yang mana pada angkatan sebelumnya belum pernah dilaksanakan. Harapannya kelulusan semakin baik. Bertempat di SMA Negeri 7 Purworejo, pertemuan offline dilaksanakan dihadiri 95% peserta. Pendampingan teknis dilaksanakan dengan baik, beberapa peserta terlihat sangat antusias. pada saat pembukaan VCT ini ada sedikit perbedaan dengan diadakannya pembukaan secara offline dan online. dan ada perbedaan yang lain peserta diberikan barcode untuk menghadiri pembukaan pelatihan VCT ini. Dengan menggunakan QR Code. Sebuah cara baru dalam mendeteksi kehadiran para peserta. Walaupun para instruktur masih baru dalam hal ini, alhamdulillah penggunaan QR Code untuk presensi kehadiran berjalan lancar. Tentu saja beberapa waktu sebelumnya telah dilakukan perburuan cara-cara untuk menggunakan presensi kehadiran.

Video Conference yang dilaksanakan tersentral dari Jakarta oleh Bapak Gatot, awalnya berjalan lancar. Laptop yang ditayangkan dengan proyektor bisa mengakses dengan bagus termasuk suara, namun seiring berjalannya waktu terdapat berbagai kendala teknis terutama sinyal atau istlah populernya banyak yang "terlempar" atau keluar dari aplikasi webex untuk video conference tersebut. dan untuk masuk ke jaringan online lagi begitu susah. Pertemuan pun dilanjutkan untuk bimbingan pendampingan teknis. Bagaimana mengakses webex, bergabung dalam sebuah konferensi, maupun bagaimana memiliki akun webex, menjadi materi yang cukup menarik. Dilanjut dengan materi bagaimana menjadi host, menjadi presenter, maupun menjadi moderator, semuanya dilakukan dengan praktek sendiri dan didemonstrasikan oleh para peserta. karena tidak memungkinkan jika seluruh materi disampaikan dalam pertemuan offline tersebut, oleh karena itu akan di adakan bimbingan online oleh instruktur masing-masing ataupun instruktur bersama.

Antusiasme peserta sangat bagus.
Beberapa di antaranya memang terkendala masalah sinyal internet yang kurang baik, ada pula yang dikarenakan perangkat yang kurang support terhadap kebutuhan tampilan. Namun dengan ketelatenan semuanya hampir bisa dipastikan dapat mengikuti klinik dengan baik. Klinik dengan video conference masih belum terpuaskan, akhirnya klinik pun dilanjutkan dengan grup WhatsApp. Baik grup besar maupun grup kelompok kecil, terpantau adanya diskusi yang menarik dan ini menunjukkan minat para peserta sangat bagus untuk mengikuti kegiatan ini. Kendala waktu disiasati oleh para peserta dengan segera berusaha tampil di awal waktu. Pelaksanaan yang hampir bersamaan dengan libur Idul Fitri dan sekolah menyebabkan kesibukan keluarga yang kadangkala menjadi kendala dalam pelaksanaan. Jadwal yang begitu padat kadangkala bertabrakan antara satu peserta dengan peserta yang lain.

Namun alhamdulillah, beberapa diantaranya bisa diikuti dengan baik dan semoga tidak mengecewakan para peserta. Kelulusan Cukup Secara pribadi dari 15 peserta dalam kelompok kecil yang saya bimbing, tidak semuanya berhasil. karena Kesibukan masing-masing tersebut hanya 10 orang yang bisa mengikuti, 2 orang berhenti ditengah jalan dan 8 orang berhasil lulus. hal tersebut Belum begitu menggembirakan, namun 5 orang yang belum lulus tersebut sudah dihubungi dan didampingi namun masih belum adanya waktu untuk mengikuti pelatihan ini. Tidak mudah ternyata memotivasi orang lain untuk segera bergerak,dimungkinkan ada beberapa kendala yang bersifat pribadi sehingga memang tidak bisa mengikuti dengan baik. Ada yang karena keluarga sakit, ada yang karena kesibukan akhir tahun pelajaran maupun Idul Fitri, ada pula yang karena permasalahan sinyal, dimungkinkan ada pula yang karena malu.

Pembukaan pendaftaran VCT Batch 5 : setelah adanya VCT Batch 4, akan dilanjutkan lagi untuk mengikuti batch 5 yang mana diharapkan bertambah antusias peserta dalam mengikuti pelatihan VCT ini. seperti flyer yang saya cantumkan dalam postingan ini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi bagi instruktur ataupun peserta yang akan mengikuti batch 5.

 

Tuesday, 23 April 2019

Segera untuk VCT Batch 4

Dunia dihadapkan dengan munculnya revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi sistem, yang berarti bahwa sistem dibawa dari analog ke format digital. Dalam praktik jual beli misalnya, era sekarang sangat marak dilakuakn jual beli secara online, dimana para pembeli hampir-hampir tidak perlu keluar rumah untuk membeli barang kebutuhannya. itu hanya salah satu contoh digitalisasi dalam bidang ekonomi. Dalam dunia pendidikan pun Revolusi industri 4.0 juga telah memberikan pengaruhnya. Sistem pembelajaran yang awalnya didasarkan pada pertemuan tatap muka di kelas, segera digantikan oleh sistem pembelajaran yang terintegrasi melalui pembelajaran internet (pembelajaran online). Perubahan yang begitu cepat dan kompetitif ini, menuntut kita sebagai Guru untuk memiliki ketrampilan yang lebih dalam memanfaatkan ICT untuk pembelajaran kita. Dengan memanfaatkan ICT dalam kelas-kelas kita, maka sesungguhnya kita sedang membawa anak-anak didik kita menyongsong revolusi industri 4.0. Proses belajar di era sekarang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Sebagai Guru, kita harus siap dengan perubahan ini. Salah satu sarana yang bisa dimanfaatkan oleh para guru untuk mendapatkan berbagai wacana ilmu adalah dengan mengikuti diklat online yang diselenggarakan oleh Seamolec. Diklat ini dilaksanakan secara online melalui video converence dengan aplikasi webex Diklat ini bernama VCT atau Virtual Coordinator Training yang diselenggarakan oleh SEAMOLEC merupakan pelatihan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan guru dalam pembelajaran jarak jauh yang berbasis Webex. Dengan mengikuti pelatihan ini, Guru akan dibimbing agar siap melaksanakan pembelajaran jarak jauh, baik sebagai host, moderator, maupun pemateri (presenter). untuk menampung antusiasme dari para guru yang selalu menjaga tol langit, maka dari itu akan segera dibuka untuk pelatihan VCT Batch 4. Yang akan memfasilitasi guru-guru indonesia dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. adapun hal yang menarik lainnya bisa dilihat seperti pada flyer dibawah ini:

 

VIRTUAL COORDINATOR TRAINING BATCH 3 JATENG

helloo..,, salam literasi.. disini saya akan mengupas tentang pengalaman saya dalam mengikuti pelatihan virtual coordinator training batch 3, yang diselenggarakan oleh SEAMEO dan SEAMOLEC. pada tahap awal dibuka pendaftaran melalui web. dari SEAMEO, ada beberapa item yang harus di isi untuk memenuhi kriteria peserta VCT batch 3. setelah melewati sesi pendaftaran para calon peserta menunggu sampai pada waktunya pembagian kelompok yang dibagi lewat pesan WA. Training ini mensyaratkan setiap peserta untuk berperan sebagai host, moderator, dan pemateri; masing-masing sebanyak 2x. Pada saat hari-hari pelaksanaan seminar sebagai tugas dari VCT ini,tantangan dari para peserta berkutat pada masalah signal, pulsa, pengaturan jadwal dengan pekerjaan, maupun masalah teknis gadget yang dipakai, selain itu dalam mempersiapkan materi untuk presentasi juga.Tantangan lain adalah pada saat akan mengumpulkan semua tugas. Sebagian peserta kesulitan dalam menemukan rekap absensi, rekap flyer dan rekap rekaman karena kegagalan rekaman presentasi. Dan saya mungkin salah satu dari para peserta yang masih diberi kemudahan dalam mengikuti pelatihan ini. karena pada awal dibuka pelatihan saya mempelajari apa saja yang menjadi inti pelatihan ini dan nantinya akan mempermudah saya dalam mengatasi kendala yang ada, seperti penyiapan materi dan pengaturan jadwal. Walaupun tantangannya banyak, tetapi para peserta bersedia untuk saling membantu satu sama lain bahkan sebagian kadang bekerja sampai tengah malam atau bahkan dini hari. Para instruktur dan panitia inti juga tidak segan untuk menjawab dan membimbing kebingungan para peserta sampai tengah malam sekalipun. Masalah gagal rekam yang biasa nya banyak ditemui dalam pelatihan ini dan berakibat mengulang lagi presentasi yang sudah dilakukan. mengulang berarti membuat flyer lagi dan mengatur jadwal lagi. baik pengaturan jadwal presentasi ataupun jadwal kelompok presentasi. Para instruktur, panitia inti dan SEAMEO memang benar benar sabar dalam mengadakan pelatihan ini. Terima kasih juga pada rekan-rekan sesama peserta yang bersedia untuk saling membantu dan saling melempar canda, walau baru hanya kenal di dunia maya pada training ini. USULAN PADA SEAMEO TERHADAP PELATIHAN INI Saya pribadi merasa bahwa SEAMEO mungkin perlu mengadakan pelatihan berskala agar nantinya tol langit benar benar terwujud.