Wednesday, 13 January 2016
GAYA PERMAINAN - GARIS BESAR dalam PRINSIP BERMAIN SEPAKBOLA
1. Pertandingan
Gaya penyerangan
Semua tim disarankan untuk menunjukkan gaya bermain yang menyerang yang ditunjukkan
saat menguasai bola dan dengan melakukan pergerakan tanpa bola dengan cepat.
Transisi cepat dan penyelesaian akhir
Mendorong semua kelompok umur untuk mengusahakan kecepatan bermain, menghindari
menggiring bola berlebihan (over dribbling), mengusahakan pergerakan yang terorganisasi
dan pergerakan cepat tanpa bola serta cepat mencari penyelesaian akhir.
Posisi spesifik
Sebuah tim harus memiliki pertahanan yang terorganisasi, menjaga posisi spesifik masingmasing
dalam formasi. Dilain pihak, pemain akan mencari ruang dan melakukan pergerakan
untuk mendukung penyerangan walau harus bergerak jauh dari posisi mereka semula.
2. Formasi
Formasi 4-3-3 dan 4-2-2
Tim di kelompok umur 12 tahun ke atas akan menggunakan formasi 4-3-3, (dengan variasi
4-2-3-1 atau 4-1-2-3 ).
Tim di usia lanjutan (U15 ke atas) dapat juga menggunakan formasi
4-4-2. Untuk usia dini/grassroot (U5 - U12) disarankan bermain 4 v 4 dan 7 v 7 sebagai
tahapan menuju pemahaman 4-3-3 yang benar.
4 Bek
Semua formasi yang digunakan oleh tim pada pertandingan 11 v 11 harus terus membuat
4 baris bek. 4 bek menyediakan konsistensi dalam pertahanan dan memberikan ruang bagi
bek luar untuk bergerak maju saat menyerang.
Sejarah Uang
Uang
Yang dimaksud dengan uang adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.
Sejarah uang
Perkembangan peradaban manusia juga menggeser tujuan kegiatan produksi masyarakat. Semula, masyarakat memproduksi barang hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, lalu berkembang menjadi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Selanjutnya, terjadilah perdagangan dengan cara tukar-menukar antara barang dengan barang lain yang dinamakan barter (pertukaran innatura).
Pertukaran barang dengan barang dapat terjadi jika syarat-syarat itu sebagai berikut:
a. Orang orang yang akan melakukan pertukaran harus memiliki barang yang akan ditukarkan.
b. Orang-orang yang akan melakukan pertukaran harus saling membutuhkan barang yang akan dipertukarkan tersebut pada waktu yang sama.
c. Barang-barang yang akan dipertukarkan harus mempunyai nilai yang sama.
Seiring dengan perkembangan peradaban manusia maka pertukaran dengan cara barter menjadi sulit dilakukan. Bahkan, karena kebutuhan setiap orang semakin banyak dan beragam, maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tidak mungkin lagi ditempuh dengan cara barter.
Karena menghadapi kesulitan dalam melakukan pertukaran barter, manusia terdorong untuk mencari cara pertukaran yang lebih mudah. Manusia mulai menggunakan uang barang dalam melakukan pertukaran. Contoh uang baranag yaitu garam, senjata, dan kulit hewan.
Pada umumnya benda-benda yang digunakan sebagai uang barang oleh masyarakat setempat memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
a. Digemari oleh masyarakat setempat
b. Jumlahnya terbatas
c. Mempunyai nilai tinggi
Namun dalam kenyataannya uang barang tersebut masih mengandung kelemahan juga. Kelemahannya sebagai berikut :
a. Sulit dipindahkan
b. Tdak tahan lama
c. Sulit disimpan
d. Nilainya tidak tetap
e. Sulit dbagi tanpa mengurangi nilainya
f. Bersifat lokal
Kesulitan pertukaran dengan menggunakan uang barang tersebut mendorong manusia untuk menetapkan benda yang dapat digunakan sebagai perantara tukar-menukar. Benda yang dianggap cocok sebagai alat tukar-menukar adalah logam. Pada masa lalu, logam yang digunakan sebagai unag adalah emas dan perak. Alasannya sebagai beikut :
a. Emas dan perak merupakan barang yang dapat diterima oleh semua anggota masyarakat karena memiliki nilai yang tinggi dan jumlahnya langka.
b. Jika dipecah nilainya tetap
c. Tahan lama
Akan tetapi, penggunaan emas dan perak juga masih mengadnung kelemahan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pertukaran masyarakat.
Kelemahannya sebagai berikut :
a. Jumlahnya sangat terbatas sehingga tidak mudah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan pertukaran.
b. Kandungan emas tiap daerah tidak sama sehingga menyebabkan persediaan emas tidak sama.
Perkembangan ekonomi yang semakin pesat mendorong kegiatan transaksi menjadi semakin sering dan bahkan semakin kompleks. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi manusia untuk membawa uang logam dalam jumlah besar. Untuk mengatasinya, pemilik emas dan perak yang berupa surat bukti penyimpanan. Surat bukti penyimpanan tersebut dikeluarkan oleh lembaga yang menerima titipan emas dan perak. Lama kelamaan yang beredar dalam masyarakat adalah kertas sebagai tanda bukti penyimpanan emas dan perak tersebut.
Di indonesia, sekarang beredar uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan Bank Indonesia. Kedua jenis uang tersebut memnuhi syarat-syarat sebagai berikut.
a. Dapat diterima oleh masyarakat umum
b. Mudah disimpan dan nilainya tetap
c. Mudah dibawa kemana-mana
d. Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai
e. Jumlahnya terbatas sehingga tetap berharga
f. Ada jaminan
Sunday, 3 January 2016
Wednesday, 17 June 2015
contoh E-Journal Pendidikan Ekonomi
Hubungan Antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha Pada Siswa SMK Negeri 8 Purworejo
oleh :
agung budi raharjo.
pendidikan ekonomi, fkip. universitas muhammadiyah purworejo.2013
agbura28@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Ada tidaknya hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa program keahlian teknik kendaraan ringan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013. Penentuan jumlah sampel menggunakan tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% dari populasi 103 siswa diambil sampel 78 siswa. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode angket atau kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai bidang studi kewirausahaan berada pada kategori cukup 52,56% dan minat berwirausaha siswa berada pada kategori cukup sebesar 51,28%. Berdasarkan analisis kuantitatif menunjukkan bahwa nilai bidang studi kewirausahaan berhubungan positif dan signifikan dengan minat berwirausaha siswa SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,357 dengan sig < 0,05 (0,001).
Kata kunci : Nilai bidang studi kewirausahaan, minat berwirausaha
A. PENDAHULUAN
Kewirausahaan berasal dari kata Wirausaha. Wirausaha berasal dari kata wira artinya berani, utama, mulia. Usaha berarti kegiatan bisnis komersil maupun non komersil. Jadi kewirausahaan diartikan secara harfiah sebagai hal-hal yang menyangkut keberanian seseorang untuk melakukan kegiatan bisnis maupun non bisnis secara mandiri.
Lulusan yang siap kerja dan siap berwirausaha merupakan tantangan pendidikan di sekolah kejuruan, hal ini tidak lepas dari rendahnya tingkat pasar tenaga kerja jika dibandingkan dengan angkatan kerja. Oleh sebab itu kewirausahaan diyakini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ketidak seimbangan supply and demand dalam bidang ketenaga kerjaan di Indonesia. Namun demikian sudah barang tentu dengan model pembelajaran yang sama akan menghasilkan lulusan SMK yang lulus dan memiliki minat untuk berwirausaha.
Minat secara sederhana (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan
yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat bukanlah
istilah yang populer dalam psikologi disebabkan ketergantungannya
terhadap berbagai faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian,
keingintahuan, motivasi, dan kebutuhan. (Baharudin, 2007:24)
“Menurut Meredit (1996:9) dalam Suryana (2009:17) berwirausaha berarti mendudukan watak pribadi, keuangan dan sumber daya”. Namun demikian, minat untuk berwirausaha masing-masing peserta didik berbeda-beda. Banyak hal yang mempengaruhi tumbuhnya minat berwirausaha, diantaranya adalah prestasi belajar selama mengikuti program pendidikan di sekolah. SMK Negeri 8 Purworejo merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang memberikan materi atau mata pelajaran kewirausahaan dengan kurikulum yang mutakhir, dapat mengembangkan kemampuan yang bertujuan untuk mempersiapkan kemampuan dan pengembangan sikap profesional siswa dalam menghadapi lapangan usaha. Yang mana di SMK Negeri 8 Purworejo diantaranya memiliki program keahlian Teknik Kendaraan Ringan yang juga mendapatkan pelajaran kewirausahaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti merasa tertarik untuk memilih judul skripsi tentang “Hubungan antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha pada Siswa SMK Negeri 8 Purworejo”.
Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui adakah hubungan yang positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha pada siswa program keahlian Teknik Kendaraan Ringan kelas XI SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013.
B. Metode Penelitian
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah eks post facto, yaitu “suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut” (Sugiyono, 2012: 7). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.
Penelitian dilakukan di SMKN 8 Purworejo, sedangkan waktu penelitian dilakukan selama bulan Mei Tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMKN 8 Purworejo tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 103 siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data ialah metode dokumentasi dan metode angket atau kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sebagai alat ukur perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dari kuesioner yang dipakai. Data yang diperoleh melalui prosedur pengumpulan data. Teknis analisis data deskriptif menggunakan skor jawaban responden variable partisipasi anggota dikategorikan menjadi empat sebagai berikut :
>Mi + 1,5 SDi Kategori sangat tinggi
>M s/d (Mi + 1,5 SDi) Kategori tinggi
(Mi – 1,5 SDi) – Mi Kategori cukup
< Mi – 1,5 SDi Kategori kurang
Dimana :
Mi = 1⁄2 (Skor ideal tertinggi + Skor terendah)
SDi = 1⁄6 (Skor tertinggi – Skor terendah)
(http://disdikklungkung.net/content/view/73/46/)
Dalam penelitian kuantitatif, banyak dituntut untuk menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasil. Penulis mengunakan analisa korelasi product moment, dengan angka kasar untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel yang lain.
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berdasarkan analisis deskriptif variabel nilai bidang studi kewirausahaan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat diketahui bahwa nilai bidang studi kewirausahaan termasuk dalam kategori cukup dengan persentase 52,56%. Untuk kategori kurang 1,28%, dalam kategori tinggi 24,36% dan kategori sangat tinggi 21,80%.
Variabel minat berwirausaha siswa SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 berdasarkan analisis deskriptif pada umumnya berada pada kategori cukup dengan persentase 51,28% sedangkan untuk kategori sangat tinggi sebesar 6,4%, kategori tinggi sebesar 32,06%, dan kategori kurang sebesar 10,26%. Analisis kuantitatif memberikan hasil bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa pada SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,357 dengan sig< 0,05 (0,001).
Berdasarkan analisis kuantitatif diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,357 dengan signifikansi 0,001. Hal itu dapat diartikan bahwa semakin tinggi nilai bidang studi kewirausahaan maka minat siswa untuk berwirausaha juga akan semakin tinggi. Demikian juga sebaliknya, rendahnya nilai bidang studi kewirausahaan akan mengakibatkan minat berwirausaha siswa juga rendah. Karena nilai signifikansi tersebut ≤0,05 maka hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa pada SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 diterima.
D. Simpulan dan Saran
Kesimpulan ada hubungan positif dan signifikan antara nilai bidang studi kewirausahaan dengan minat berwirausaha siswa pada SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 diterima.
Saran bagi pihak sekolah sebagai masukan, hendaknya memotivasi siswa untuk belajar lebih giat dan memberikan informasi mengenai keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari berwirausaha. Bagi orang tua siswa hendaknya menumbuhkan dan menanamkan jiwa kewirausahaan dalam lingkungan keluarga. Bagi siswa sendiri hendaknya selalu meningkatkan pengetahuan tentang berwirausaha dan menanamkan kesadaran dalam dirinya bahwa berwirausaha berarti menciptakan lapangan kerja sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Baharudin, Wahyuni Esa Nur. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta : AR – RUZZ Media.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Suryana. 2009. Kewirausahaan. Jakarta ; Salemba Empat.
http://disdikklungkung.net/content/view/73/46/
PERSETUJUAN PEMBIMBING ARTIKEL
Judul Artikel : Hubungan antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha pada Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Nama Penyusun : Agung Budi Raharjo
NIM : 092130005
Program Studi : Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Telah memenuhi syarat untuk di unggah ke e-journal .
Purworejo, Juli 2013 Pembimbing
Dr. H. Dartu, M. M NIP. 19501121 198003 1 001
PERSETUJUAN REVIUWER ARTIKEL
Judul Artikel : Hubungan antara Nilai Bidang Studi Kewirausahaan dengan Minat Berwirausaha pada Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Nama Penyusun : Agung Budi Raharjo
NIM : 092130005
Program Studi : Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Telah memenuhi syarat untuk di unggah ke e-journal .
Purworejo, Juli 2013 Pembimbing
Prof. Dr. H. Sugeng Eko PW, M. Pd
NIP. 19610313 198703 1002
Sunday, 6 July 2014
pengertian kewirausahaan
Istilah kewirausahaan merupakan padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa Inggris. Kata entrepreneurship sendiri sebenarnya berawal dari bahasa Perancis yaitu 'entreprende' yang berarti petualang, pencipta, dan pengelola usaha. Istilah tersebut diperkenalkan oleh Richard Cantillon pada 1755. Sebelumnya, kata entrepreneur secara tertulis pertama kali digunakan oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya berjudul "Kamus Dagang". Istilah ini semakin populer setelah digunakan oleh pakar ekonomi J.B. Say pada 1803 untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas yang lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak lagi. Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya adalah untuk melakukan inovasi, atau menciptakan kombinasi-kombinasi baru. Wirausaha menjalankan proses yang disebut dengan 'creative destruction' terhadap keseimbangan pasar. Inovasi yang diciptakan oleh wirausaha akan menghancurkan keseimbangan yang terdapat di dalam pasar untuk kemudian mencapai keseimbangan baru dengan keuntungan-keuntungan atas inovasi tersebut.
Ada beberapa pengertian mengenai kewirausahaan, di antaranya adalah sebagai berikut :
1) Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. (Eman Suherman, 2010 : 6)
2) Menurut Thomas W, Zimmerer kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin serta proses sistimatis penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang pasar. (PO Abas Sunarya, Sudaryono, Asep Saefullah, 2011 : 1)
3) Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. (Suryana, 2009 : 10)
Sedangkan pengertian wirausaha adalah “seseorang yang menjalankan kegiatan kewirausahaan, atau seseorang yang mulai dan atau mengoperasikan bisnis”. (Daryanto, 2012:6)
Kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan, tetapi merupakan disiplin ilmu yang dapat dipelajari dan diajarkan. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Mereka yang menjadi wirausahawan adalah orang-orang yang mengenal potensi dan belajar mengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu, untuk menjadi wirausahawan yang sukses, memiliki bakat saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya.
Menurut Soeharto Prawirokusumo, pendidikan kewirausahaan perlu diajarkan sebagai disiplin ilmu tersendiri sebagai independen, karena :
1) Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata, yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.
2) Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu venture start-up dan venture-growth, ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.
3) Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri, yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
4) Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan. (Daryanto, 2012 : 4)
pengertian ekonomi
ekonomi,, ya itulah mata pelajaran favort ku pada masa SMA. gag ngerti apa artinya ekonomi n seluk beluk lainnya tapi terasa srek aja di hati denger kaata ekonomi yang setiap kali orang banyak menyebutnya. tapi setelah belajar dan belajar gag taunya ekonomi memiliki arti salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. nah itu tu yang dibilang ekonomi secara harfiah.
setelah masuk jenjang perkuliahan gag taunya ekonomi tu bisa dibilang tmpat orang orang yang pelit atau banyak perhitungan karena berdasar pada prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.
yauadah deh untuk curhat ekonomi bagian pertaama kayanya gitu aja, bsok sambung lagi. ok to
Sunday, 30 June 2013
pEngembangan Organisasi
Organisasi sebagai alat dalam arti abstrak untuk merealisir, apa yang menjadi keputusan starategik yang ditetapkan, maka mau tidak harus mengikuti atas perubahan lingkungan yang digerakkan oleh kekuatan kepemimpinan untuk hidup dan bertahan dalam abad 21, oleh karena itu, organisasi sebagai alat dimanifestasikan terutama dalam hubungan dua faktor yang disebut dengan fleksibilitas disatu sisi dan disisi lain adalah dapat tidaknya dikontrol.
Hal itu laksana perbedaan antara seorang bayi dan orang yang lebih tua. Bayi itu sangat fleksibel dan dapat memasukkan jari kakinya kedalam mulutnya, namun gerakan-gerakan dan perilakunya agak sulit dikontrol. Dengan meningkatnya usia kita akhirnya seseorang yang lebih tua juga akan kehilangan sifatnya yang dapat dikontrol.
Jadi ukuran dan waktu bukanlah penyebab pertumbuhan dan menjadi tua seolah-olah perusahaan yang besar dengan tradisi yang lama disebut tua, sedangkan perusahaan yang kecil tanpa tradisi disebut muda. Muda berarti organisasi itu dapat berubah dengan relative mudah, tua berarti adanya perilaku yang dikontrol namun tidak fleksibel.
Oleh karena itu, suatu organisasi dalam abad 21, haruslah dibangun sebagai organisasi yang memiliki sifat fleksibel dan mudah dikontrol, maka organisasi itu tidaklah terlalu muda atau terlalu tua, tahap ini dinamakan PRIMA dalam daur hidup organisasi. Organisasi dalam keadaan PRIMA, benar-benar diperlengkapi untuk menerima dan menanggapi perubahan yang cepat didalam pasar, teknologi, kompetisi dan kebutuhan pelanggan.
Bertolak dari pemikiran bahwa kunci organisasi yang mampu mendukung daur hidup organisasi kedalam posisi PRIMA yang mampu diremajakan secara berkelanjutan terletak pada faktor fleksibilitas dan kontrol, oleh karena itu pemilihan model struktur organisasi sangat menentukan.
Dalam pemilihan, walaupun suatu model struktur dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang telah dipahami, menyangkut hal-hal yang terkait dengan 1) pembagian tugas ; 2) pendelegasian wewenang ; 3) disiplin ; 4) kesatuan perintah ; 5) Kesatuan arah ; 6) Rentangan pengawasan ; 7) Koordinasi ; 8) Jenjang organisasi ; 9) Sentralisasi ; 10) Inisiatif ; 11) Budaya.
KEEFEKTIFAN DAN PENDEKATAN
Untuk menerapkan pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dijelaskan secara singkat yang terkait dengan :
Keefektifan organisasi :
Tidak ada satu difinisipun yang dapat merumuskan untuk mengungkapkan yang dimaksud dengan keefektifan organisasi. Oleh karena itu dalam teori organisasi memberikan jawaban lain terhadap pertanyaan “apa yang membuat organisasi effektif ?” Jawabannya adalah struktur organisasi yang tepat dimana didalamnya termasuk bahwa cara kita menempatkan orang serta pekerjaannya dan menetapkan peran serta hubungan mereka.
Bertolak dari pikiran diatas, maka keefektifan organisasi akan didukung oleh kekuatan kebiasaan pikiran yang terkait dengan
1) Organisasi digerakkan oleh manusia dalam melaksanakan pekerjaan sejalan dengan sasaran dan rencana ;
2) Bentuk mengikuti fungsi ;
3) Keputusan dibuat dekat sumber informasi ;
4) Sistem penghargaan ; 5) Komunikasi horizontal dan vertical ;
6) Menghindari konflik individu dan atau kelompok ;
7) Membangun organisasi system terbuka ;
8) Organisasi berintraksi dengan lingkungan ;
9) Ada nilai kebersamaan yang didukung strategi manajemen ;
10) Kekuatan dalam umpan balik untuk individu dan kelompok sehingga mampu mendorong belajar.
Pendekatan organisasi :
Keyakinan bahwa keefektifan organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan, oleh karena itu, maka pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut :
1) Pendekatan pencapaian tujuan, menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan pencapaian tujuan ketimbang caranya.
2) Pendekatan sistim, bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan, oleh karena itu dinilai berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.
3) Pendekatan stakeholders, dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau investasi, pertumbuhan penghasilan ; pegawai adalah kompensasi, tnjangan tambahan, kepuasaan pada kondisi kerja ; pelanggan adalah kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan ; kreditur adalah kemampuan untuk membayar hutang.
4) Pendekatan nilai-nilai bersaing, bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ; perolehan sumber (mampu meningkatkan dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) ; perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan benar) ; produktifitas (volume keluaran tinggi, rasio keluaran terhadap masukan tinggi) ; Ketersediaan informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang mempengaruhi pekerjaan mereka) ; stabilitas (perasaan tenteram, kontinuitas, kegiatan berfungsi secara lancar) ; Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai, menghormati serta bekerja sama dengan yang lain) ; tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan, mempunyai keterampilan dan berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik)
ILMU ORGANISASI DAN FAKTOR PENENTU
Ilmu organisasi yang menjelaskan mengenai organisasi yang mengungkapkan macam, bentuk dan tipe organisasi dapat anda pelajari dari beberapa penulis yang banyak dapat kita ketemukan dan dipergunakan sebagai informasi.
Dalam praktek yang perlu kita pahami adalah tiap teori dan dalam praktek tidak menjamin pilihan atas satu model yang tidak siap mengungkapkan dampak pengaruh perubahan yang rumit dan komplek sehingga prinsip-prinsip organisasi tidak dapat dijalankan secara konsisten karena ketidak mampuan memecahkan hal-hal yang terkait dengan kepentingan individu, kelompok dan organisasi.
Dalam praktek, menurut bentuk yang banyak diterapkan, apa yang disebut dengan
1) Organisasi staff ;
2) Organisasi garis ;
3) Organisasi fungsional ;
4) Organisasi staff dan garis ;
5) Organisasi garis dan fungsional ;
6) Organisasi fungsional dan staff ;
7) Organisasi garis, fungsional dan staff ;
8) Organisasi panitia.
Dari pengalaman juga memberikan gambaran bahwa bentuk organisasi tersebut diatas yang bersifat abstrak dan menjadi konkrit digerakkan oleh manusia tidak mampu menjamin dalam menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.
Kekuatan kebiasaan pikiran dalam mendorong tuntutan perubahan akan sjalan dengan kemampuan untuk memahami atas dimensi sebagai komponen dari struktur organisasi yang dapat diibaratkan sebuah kursi yang berkaki tiga dimana tanpa satu kaki, maka ia tidak berfungsi. Dalam hal ini dipahami apa yang disebut dengan :
Pertama, disebut dengan Kompleksitas :
Merujuk kepada tingkat diferensiasi yang terdapat dalam organisasi, maka terdapat tiga bentuk dengan karekteristik, apa yang disebut dengan:
Pertama adalah Horizontal yang menunjukkan adanya diferensiasi dari unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari tugas yang dilaksanakannya serta tingkat pendidikan dan pelatihannya ;
Kedua adalah Vertical, merujuk kepada kedalam organisasi, berarti menunjukkan banyak atau sedikitnya tingkatan, jumlah tingkatan ditentang olh rentang kendali ;
Ketiga adalah Spasial merujuk pada tingkat sejauh mana lokasi berdasarkan geografis.
Kedua, disebut dengan Formalisasi :
Merujuk pada tingkat sejauh mana pekerjaan dalam organisasi distandarisasi dalam bentuk peraturan, proseur, instruksi
dan komunikasi tertulis, itu berarti seluruh aktivitas dituangkan dalam manual organisasi administrasi seperti manual
akuntansi, personalia,, pemasaran, pembelian.
Ketiga, disebut dengan Sentralisasi :
Sentralisasi dinyatakan sebagai tingkat sejah mana kekuasaan formal dapat membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan dikonsentrasikan pada individu, unit atau suatu tingkat.
Tingkat kontrol yang dipunyai seseorang dalam seluruh proses keputusan melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1) Mengumpul informasi sebagai dasar pengambilan keutusan ;
2) Memproses dan menginterprestasikan informasi sebagai dasar saran yang akan disampaikan ;
3) Membuat pilihan mengenai apa yang hendak dilakukan ;
4) Memberikan wewenang kepada orang lain mengenai apa yang hendak dilaksanakan ;
5) Melaksanakannya.
Bila tingkat kontrol dapat dilakukan dengan cermat, maka kemungkinan proses pengambilan keputusan akan disentralisasikan. Ini berarti memberikan tanggapan yang cepat terhadap informasi yang baru, masukan yang lebih banyak, memotivasi para manajer untuk terlibat dalam pengambilan kputusan.
Oleh karena itu, kebutuhan organisasi yang mampu membangun satu kekuatan yang mendorong daya kemauan setiap pemain dalam semua peran agar mampu memupuk kebiasaan kekuatan pikiran kedalam kebiasaan yang produktif, sehingga setiap pemain peran akan selalu siap menghadapi dari setiap perubahan.
Jadi pada organisasi dalam skala kecil, menengah dan besar haruslah bermula dengan satu pemikiran dengan melihat masa lalu, masa kini dan juga dengan suatu pemikiran jauh melihat kedepan bahwa pemilihan yang terkait dengan macam, bentuk dan tipe organisasi menjadi suatu keputusan yang bersifat strategik, sehingga perlu mendalami hal-hal penentu yang terkait dalam membangun struktur yang bersifat fleksibel dan mudah dikontrol yaitu yang terkait dengan apa yang disebut strategi, besaran organisasi, teknologi, lingkungan dan pengendalian kekuasaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)